“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Izin angkutan batubara di Sumsel ditinjau ulang

PALEMBANG. Izin angkutan batubara di Sumatera Selatan yang bakal berakhir pada akhir Mei 2016 akan ditinjau ulang. Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan Herpanto mengatakan, peninjauan ulang untuk menentukan perlu diperpanjang atau dihentikan.

"Kalau melihat kondisi sekarang ini semrawut. Lalu lalang kendaraan angkutanbatubara tidak hanya merusak jalan, tetapi juga mengganggu pengguna jalan yang lain," kata Herpanto di Palembang, Senin (23/5).

Menurutnya, jalan tidak secara optimal digunakan oleh masyarakat, karena banyaknya kendaraan angkutan batubara yang melintas. Padahal, kontribusi yang diberikan perusahaan batubara kepada pemerintah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan jalan.

"Misalnya, di Tanjung Api-Api, mereka hanya memberikan Rp 3 miliar, tetapi kerusakan dan perbaikan yang ditanggung pemerintah sampai Rp 90 miliar," papar Herpanto.

Ia mengatakan izin untuk angkutan batubara semestinya diberikan per tiga bulan supaya tertib, tidak setahun sekali seperti yang diterapkan sekarang. "Kami akan panggil Dinas Perhubungan untuk membicarakan masalah ini," katanya.

Apalagi, kata dia, banyak kendaraan angkutan batubara itu bukan bernomor polisi Sumatera Selatan "BG". "Operasionalnya di Sumsel, sedangkan bayar pajaknya tidak di sini. Jadi, kita dirugikan," katanya. (Susilawati)


Editor Dupla KS

Narasumber : Kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

BANDUNG. Lembaga Ekspor dan investasi Kementerian Perindustrian & Perdagangan Wallonia, Belgia mengemukakan niatnya berinvestasi di infrastruktur Jawa Barat. Hal ini dikemukakan Mitchel Kempernees, Chief Operating Officer Overseas lembaga Belgia tersebut ketika bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Bandung, Senin (23/5).

Kunjungan kerja tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan Putri Astrid dariBelgia beberapa waktu yang lalu.

"Kami telah membuat kesepakatan dan sekarang waktunya untuk melakukan aksi yang konkret dan kami akan membangun sebuah kolaborasi," kata Kempernees.

Ia menuturkan, dalam kunjungan tersebut ada beberapa hal yang dibahas seperti ketertarikan Belgia untuk bekerjasama dengan Jawa Barat di bidang logistik, pelabuhan baru dan airport di Jabar, agrikultur, regional Aerospace dan Metalurgi.

Tapi, dia tidak menyebut nilai investasi yang disiapkan. "Itu tergantung dengan kolaborasi satu sama lain. Yang pasti kerja sama kami di bidang logistik, pelabuhan. Bagaimana mengelolanya dan nanti ada platformnya," kata dia.

Dia mengatakan, tertarik bekerja sama dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang. Seperti diketahui, pelabuhan ini ditargetkan menjadi pelabuhan regional, lalu internasional.

"Kami memiliki pelabuhan yang representatif dan bisa dijadikan contoh," kata Kempernees.

Deddy Mizwar menambahkan, pembahasan lainnya adalah mengenai teknologi pengolahan makanan sampai pengolahan sampah.

Dia bilang, akan tetap mengkaji tawaran Belgia serta menyesuaikan dampaknya dengan lingkungan.


Editor Sanny Cicilia

Narasumber : Kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

LEBAK. Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Lebak, Muktar Mulia Hasibuan mengatakan, investor domestik maupun mencanegara melirik produk pertambangan Lebak. Pasalnya, kandungannya cukup bagus sehingga memiliki nilai jual untuk bahan baku industri.

"Kami terus memberikan kemudahan proses perizinan agar investor dapat mengembangkan usahanya di Lebak," kata Muktar di Rangkasbitung, Senin (23/5).

Selama ini, kebanyakan investasi di Kabupaten Lebak melirik sektor produk pertambangan karena potensi kekayaan alam melimpah.

Potensi produk pertambangan itu terdapat jenis logam dan nonlogam, sehingga cocok untuk bahan baku industri pabrik semen,keramik, bangunan dan lainnya.

Kekayaan jenis logam itu mulai batu zionet, betonit, emas, tembaga,perak, galena dan batu gamping. Selain itu, batu sempur, kapur, pasir kuarsa, dan golongan batu bara.

Menurut Muktar, salah satu investor adalah pabrik semen Merah Putih dari PT Cemendo Gemilang di Kecamatan Bayah, yang sudah beroperasi.

Perusahaan semen yang berinvestasi sekitar Rp 8 triliun itu dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat juga menyerap ribuan tenaga kerja.

Saat ini, masyarakat di sekitar pabrik telah tumbuh ekonomi masyarakat dengan membuka warung, rumah makan, tempat penginapan dan lainnya.

Selain itu juga dapat memberikan kontribusi hingga miliaran rupiah per tahun bagi pendapatan asli daerah (PAD).

"Semua pabrik semen itu untuk memenuhi kebutuhan nasional dan tidak diekspor," katanya menjelaskan.

Ia juga mengatakan, sektor pertambangan di Lebak yang mengalami kemajuan di antaranya investasi batu bara, pasir kuarsa dan batu galena di Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, Bayah, Cipanas, Cibeber, Cilograng, Banjarsari dan Panggarangan.

Produksi pertambangan batu bara dan pasir kuarsa dipasok ke Tangerang, Jakarta dan Bandung.

Sementara batu galena dijadikan bahan baku industri keramik dan cat dipasok ke Tangerang dan Bekasi.

"Kami yakin kehadiran investasi pertambangan ini tentu mendongkrak pendapatan ekonomi warga," katanya.

Ia menyatakan, minat investasi di Kabupaten Lebak terkait membaiknya sarana infrastruktur jalan.

Selain itu juga kebijakan pemerintah daerah menggenjot investor melalui kemudahan-kemudahan proses perizinan.

Sebab, investor secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berpartisipasi untuk menanggulangi kemiskinan.

"Kami menargetkan 2016 pertumbuhan ekonomi Lebak lebih baik dan bisa tumbuh di atas 6,5%," katanya.


Editor Sanny Cicilia

Narasumber : Kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Jakarta bangun 9 jembatan layang tahun ini

JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun ini mulai membangun sembilan jembatan layang (fly over).

"Tahun ini kami bangun sembilan yang modelnya seperti di Permata Hijau. Untuk beberapa lintasan ada yang ramai, ada juga yang bagian bawahnya ramai," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggilAhok di Jakarta, Jumat (20/5).

Pembangunan fly over pada beberapa kawasan seperti pada kawasan yang masih sepi, namun sekitar kawasan pembangunan lintasannya ramai. "Pembangunan di kawasan persilangan daerah yang sepi agar tidak ada penghentian lampu merahnya. Dan tahun depan sudah selesai semua," kataAhok.

Proyek yang dibangun di antaranya flyo ver Semanggi. Jalan berbentuk lengkung lingkaran itu akan menghubungkan kendaraan dari arah Grogol menuju Senayan dan Sudirman menuju Cawang. "Pengaruhnya besar, mengurangi 30% kemacetan. Jadi orang berkendaraan tidak terhambat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Grogol," papar Ahok.

Dengan adanya fly over tersebut, kendaraan dari Jalan Gatot Subroto tak akan bertemu dengan kendaraan dari Jalan Sudirman di kolong jembatan.

Proyek senilai Rp 360 miliar itu dibiayai PT Mitra Panca Persada sebagai bentuk kompensasi. Perusahaan tersebut mengajukan izin Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk gedung lain. Selain membiayai fly over, perusahaan membiayai infrastruktur di tempat lain yang membutuhkan dana sebanyak Rp 219 miliar.  (Susylo Asmalyah)


Editor Dupla KS

Narasumber : Kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

RI Butuh 177,5 Juta Ton Batu Bara Untuk PLTU di 2020

Jakarta -Batu bara memegang peranan penting dalam program kelistrikan nasional, karena merupakan sumber energi primer penghasil listrik yang relatif murah dibanding komoditas lain.

Pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam negeri diperkirakan meningkat signifikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, atau di 2020, yang jumlahnya diperkirakan 177,5 juta ton.

"Pasokan untuk kebutuhan PLTU akan meningkat signifikan dalam 5 tahun ke depan asumsi tentu 35 gigawatt (GW) berjalan dengan baik, realisasi tahun 2015 sekitar 70,8 juta ton, perkiraan kami kurang lebih 177,5 juta ton di tahun 2020," ujar Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA), Pandu Sjahrir, di Menara Kuningan, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Saat ini 66% dari PLTU di tanah air adalah pembangkit listrik berbasis batu bara. "Sekarang saja 2/3 berasal dari pembangkit listrik berbasis batu bara," kata Pandu.

Menurutnya, batu bara memegang peranan penting dalam mensukseskan program kelistrikan nasional. Karena sampai saat ini batu bara merupakan sumber energi primer penghasil murah yang paling terjangkau dan murah, dibandingkan komoditas lain baik sumber daya tak terbarukan maupun yang terbarukan.(wdl/wdl)


By. Dina Rayanti

Narasumber : detik.com


Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita