“Mengapa harus sulit, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat, praktis dan terpercaya mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”

 


Kami Tractor-Truck.Com mengucapkan terima kasih atas kunjungannya serta kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan yang sudah memanfaatkan fasilitas dan mendapatkan pelayanan dari team marketing kami atas kebutuhan Spare Part, Component & Unit yang berkaitan dengan Alat Berat, Genset & Truk. Bagi para Pengunjung dan Pelanggan Baru juga dapat memanfaatkannya fasilitas ini secara langsung dengan mengirimkan email (klik di sini) marketing@tractor-truck.com atau telpon & sms ke 081288639888 serta facsimile ke 021-85904666.

___________________________ Sudah terbukti serta dapat dipercaya dan diandalkan ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL



Jalinsum Bengkulu-Sumbar terancam putus

MUKOMUKO. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan ProvinsiBengkulu dengan Sumatera Barat di kabupaten Mukomukomuko, semakin kritis dan terancam putus.

"Kalau tidak segera ditanggulangi dalam waktu dekat ini, jalan itu putus," kata warga Kecamatan Penarik Yaridis, di Mukomuko, Selasa.

Yaridis yang setiap hari melintas sepanjang Jalan Lintas Sumatera Air Punggur itu mengatakan, hampir setiap hari pasang air laut naik dan menggenangi jalan di lokasi tersebut. Bahkan, katanya, sampah-sampah dari tengah laut berserakan sepanjang jalan, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalan itu.

"Pengguna jalan menjadi cemas melintas di jalan itu," ujarnya.

Bupati Mukomuko Choirul Huda mengatakan, pihaknya akan memasang batu gajah di sepanjang pantai yang tergerus abrasi pantai di daerah itu. "Pemasangan batu gajah itu untuk penanganan sementara, sebelum pemerintah pusat membangun pengaman pantai di daerah ini," ujarnya.

Pemerintah setempat, katanya, menanganinya dengan cara melakukan penimbunanan batu gajah di sepanjang pinggir pantai. "Kita maksimalkan penanganannya menggunakan batu gajah, sambil menunggu bantuan datang dari pusat," ujarnya.

Material batu gajah untuk menimbun sepanjang pantai itu diusahakan dengan cara swadaya masyarakat. (Ferri Arianto)


By Dupla KS

Narasumber : Kontan.co.id


Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Banyak manfaat positif holding BUMN energi

JAKARTA. Sejumlah kalangan menilai rencana pemerintah membentuk holding BUMN Energi berdampak sangat baik bagi kedaulatan Energi nasional. Selain bisa meningkatkan efisiensi, juga membuat kemampuan holding bisa lebih besar.

“Jadi positifnya sangat banyak,” kata Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro dalam keterangan, Senin (6/6). Menurut Komaidi, dengan pembentukan holding maka efisiensi jauh meningkat. Sebab, dengan holding akan ada penyatuan infrastruktur antara Pertamina dan PGN.

Selain itu, dari sisi penugasan pemerintah, dengan adanya lembaga baru nanti, tentu penugasan akan lebih sederhana dan ini pun membuat jauh lebih efisien. “Salah satunya adalah persoalan open access. Jika selama ini selalu bermasalah, maka dengan adanya holding, persoalan itu akan selesai,” kata dia.

Dari sisi investasi, Komaidi juga menilai, bahwa dengan holding maka kemampuan investasi jauh lebih besar. Karena penggabungan aset akan bisa dimonetisasi, artinya bisa menjadi agunan atau jaminan untuk penerbitan obligasi jika ingin melakukan pembiayaan.

Itu sebabnya Komaidi tidak heran, jika saham PGN mengalami rebound ketika pemerintah menggulirkan rencana pembentukan holding. Hal ini terjadi, karena para investor melihat bahwa pembentukan holding memang sangat positif.

Apalagi, perencanaan itu dilakukan langsung oleh Kementerian BUMN, sehingga investor semakin mendapat jaminan dari pemerintah. “Tren saham tersebut juga terjadi di berbagai negara. Karena penyatuan  perusahaan akan menjadikan lebih efisien,” lanjutnya.

Dalam konteks itulah Komaidi mengajak semua pihak untuk menyambut baik respons positif tadi. Tidak hanya pemerintah yang harus menyambut baik, namun juga Pertamina dan PGN.

Sebelumnya pakar Energi UGM Fahmy Radhi mengatakan, bahwa di tengah persaingan industri migas yang semakin ketat, pembentukan holding BUMNEnergi di Indonesia memang menjadi urgen.

Fahmy menegaskan, pembentukan holding dapat mendorong bisnis holding BUMN Energi menjadi lebih kompetitif, memperkuat struktur aset dan modal, serta menjadi lebih efisien.

“Saya setuju holding Energi dibentuk. Karena dalam kondisi harga minyak yang selalu menurun, ini memang perlu ditata kembali. Saya setuju, karena bisa mendorong efisiensi akan mendorong akumulasi modal, danakan lebih kompetitif. Ini memang suatu kebutuhan,” kata Fahmy.

Menurut Fahmy, holding sangat tepat sebagai langkah untuk menata tata kelola. Dan, terkait tata kelola dimaksud, Fahmy menekankan bahwa tata kelola tersebut haruslah yang memagari agar jangan sampai ada mafia migas.

Di sisi lain, Fahmy juga setuju jika Pertamina menjadi National Oil Company (NOC). Menurutnya, setiap negara memang seharusnya memiliki satu NOC. Keberadaan NOC ini penting sebagai representatif. Misalnya untuk melakukan tender di luar negeri, maka yang berperan adalah NOC.

Begitu pula ketika akan menjual minyak atau gas ke luar negeri, maka NOC bisa berperan. “Jadi saya setuju. Saya sangat mendukung. Karena hal itu nanti bisa dikordinasikan di dalam holding,” kata Fahmy.



By. Dikky Setiawan
Narasumber : Kontan.co.id





Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Jokowi 88 Proyek Infrastruktur Prioritas Masuk Tahap Konstruksi
Presiden Jokowi mengutarakan saat ini ada 88 proyek infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah dan sudah masuk dalam tahap pelaksanaan atau konstruksi/Ilustrasi


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, saat ini ada 88 proyek infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah dan sudah masuk dalam tahap pelaksanaan atau konstruksi. Seperti diketahui proyek tersebut merupakan proyek strategis nasional yang ada dalam Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Dia menerangkan proyek tersebut akan dapat menciptakan nilai tambah bagi pembangunan di daerah. Pasalnya, proyek yang berjumlah 225 proyek tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah nusantara, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

"‎Untuk itu kita harus fokus agar program proyek prioritas yang mencakup 225 proyek di 13 sektor bisa berjalan dengan baik," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6/2016).

(Baca Juga: Pelabuhan Patimban Tak Termasuk 30 Proyek Prioritas Infrastruktur)

Selain itu, sambung mantan orang nomor satu di DKI Jakarta itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa proyek jalan, kereta, bandara, perumahan, hingga kelistrikan tersebut bisa berjalan dengan baik. Setelah enam bulan berjalan, 139 proyek di antaranya sedang berada dalam tahap perencanaan, sementara 88 proyek sudah masuk tahap pelaksanaan.

Jokowi pun meminta Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan untuk memantau kinerja proyek secara realtime. Jika ada hambatan, dia meminta agar segera dicek dan dicarikan solusinya.

"Harus segera diketahui hambatan di lapangan, misalnya masalah pendanaan atau pembebasan lahan dan lainnya. Meskipun hampir sebagian besar saya selalu ikuti dan saya datangi. Tapi sekali lagi saya minta, Menko Perekonomian, Bappenas agar selalu mengikuti‎," tandasnya.


Narasumber : Sindonews.com


Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

La Nina Diprediksi Tak Ganggu Produksi Batu Bara RI

Jakarta -La Nina, anomali iklim yang menyebabkan curah hujan ekstrim di Indonesia, diperkirakan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) bakal menyerang Indonesia pada Juli 2016 hingga Januari 2017.

Cuaca tidak normal berupa hujan lebat di atas rata-rata selama 7 bulan itu diprediksi bisa berdampak pada produksi batu bara Indonesia. Sebab, kedalaman sungai akan terpengaruh sehingga menghambat kapal tongkang untuk pengangkutan batu bara.

Selain itu, umumnya pertambangan batu bara berada di daerah-daerah yang curam. Daerah-daerah pertambangan rawan terkena longsor bila curah hujan sangat tinggi.

Tetapi, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Aryono, optimistis produksi batu bara tak akan terganggu La Nina. Menurutnya, fenomena La Nina hanya berpengaruh dalam jangka sangat pendek. Dirinya juga tidak mendengar adanya kekhawatiran dari para pengusaha batu bara soal ancaman La Nina.

"Tidak, itu kan temporer saja, kalau sesudah itu aman, jalan lagi. Tidak ada yang mengeluh soal itu. Yang ada keluhan harga terlalu rendah, itu saja," ucap Bambang saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/6/2016).

Dia menambahkan, produksi batu bara Indonesia memang kemungkinan akan turun di 2016 ini. Tetapi penyebabnya bukan La Nina, melainkan anjloknya harga batu bara hingga ke level US$ 50/ton.

"Kalaupun ada penurunan produksi itu karena harga yang terlalu rendah. Kalau (gangguan) karena cuaca belum ada, aman-aman saja, masih kondusif," paparnya.

Saat ini Kementerian ESDM belum melakukan antisipasi apa pun untuk mencegah ancaman gangguan La Nina. Masalah utama yang mendapat perhatian khusus ialah soal rendahnya harga batu bara.

"Tidak (ada persiapan), perhatian saya ke harga batu bara, yang (masalah) lainnya biasa-biasa saja," tutupnya.


By. Michael Agustinus

Narasumber : detik.com



Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

Palembang bangun infrastruktur kawasan industri

PALEMBANG. Kawasan Industri baru Palembang yang direncanakan di Kecamatan Gandus akan dilengkapi jalan lingkar agar kegiatan transportasi tidak lagi melewati pusat kota.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Palembang M Safri Nungcik, mengatakan jalan lingkar tersebut akan menghubungkan Gandus dengan akses ke jalan nasional menuju luar kota dan pelabuhan.

"Bukan hanya jalan lingkar, pemkot juga merencanakan pembangunan Musi V untuk memperlancar akses masuk dan keluar di kawasan itu," kata dia, Jumat (3/6).

Ia mengemukakan sejauh ini pemkot telah memetakan wilayah Kota Palembang menjadi dua yakni kawasan pemukiman, industri, dan pemerintahan.

Kawasan Gandus dipetakan sebagai Kawasan Industri, sementara Talang Kelapa, Alang-alang Lebar dan Kenten sebagai pemukiman.

Pemkot telah memproyeksikan 100 hektare sedangkan 200 hektare untuk pemukiman untuk Kawasan Industri Gandus.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi ke masyarakat terkait penyediaan lahan," kata dia.

Menurut Safri, Kawasan Industri mandiri ini akan memiliki pembangkit listrik, jaringan pembuangan air limbah dan sampah sendiri.

Pemkot berharap dengan memiliki Kawasan Industri ini maka hilirisasi beragam hasil bumi Sumatera Selatan dapat terealisasi karena akan muncul industri pengolahan dan perakitan.

"Saat ini pemkot sedang membangun instalasi pengolahan air (ipa). Dengan fasilitas yang lengkap ini, harapannya investor jadi tertarik," kata dia.


By.Sanny Cicilia

Narasumber : Kontan.co.id

Diperbarui pada Kamis, 16 Jun 2016 10:41

 

Anda disini: Home Semua Berita