|
VI.2 Procurement atau Pengadaan  VI.3 Procurement tidak Indentik dengan Purchasing VI.4 Pemilihan Supplier atau Pemasok VI.5 Perjanjian Pembelian (Purchasing Agreement) VI.6 Pola Konsinyasi Suku Cadang VI.7 One Stop Shopping Supplier VI.8 Bagian Pembelian adalah Negosiator Ulung VI.9 Bagian Pembelian jangan hanya berorientasi terhadap Harga VI.10 Hindari menaruh Karyawan Baru di Bagian Pembelian VI.11 Bagian Pembelian adalah Keranjang Sampah Kesalahan VI.12 Pengertian Discount dan dampaknya VI.13 Bagian Pembelian sering dipegang oleh Pemilik VI.14 Bagian Pembelian adalah tempat yang Enak atau Tidak Enak VI.15 Membuat Penilaian terhadap Supplier VI.16 Penghematan bukan hanya Kewajiban Bagian Pembelian VI.17 Bagian Pembelian bukan Tukang Beli VI.18 Bagian Pembelian harus punya Konsep dan Wawasan VI.19 Bagian Pembelian versus Mekanik VI.20 Bagian Pembelian merupakan Bagian dari Departemen atau Divisi Keuangan VI.21 Bagian Pembelian versus Bagian Keuangan VI.22 Bagian Pembelian harus turun Lapangan VI.23 Bagian Pembelian mempunyai posisi lebih tinggi Catatan : Sub judul yang berwarna merah masih dalam penulisan Ditulis oleh : Tractor-Truck.Com |