Tractor-Truck Blog

This is some blog description about this site

X.30

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
318 Hits
0 Comments

IX.1 Pembahasan Umum

 

 

 

 

 

Share this article:

">
Continue reading
339 Hits
0 Comments

XI.2 Buku Riwayat Alat Berat atau Truk

-      Tanggal, Hour Meter, Nama Operator, Nama Mekanik atas setiap kejadian.

-      Kejadian yang dilakukan pencatatannya adalah :

o    Pemeliharaan baik Schedule Maintenance maupun Unshcedule Maintenance

o    Kejadian kerusakan baik yang ringan maupun berat

o    Penanganan kerusakan / perbaikan yang dilakukan baik Minor maupun Major Repair.

o    Spare part (suku cadang) dan consumable goods (bahan pembantu) yang dipergunakan untuk setiap kejadian.

o    Lama waktu pengerjaan atau penanganan atas setiap kejadian.

o    Dan data lainnya

       Pencatatan dapat dengan menggunakan buku tulis tetapi sebaiknya menggunakan komputer. Dengan menggunakan komputer akan terintegrasi dan dapat di-input serta di akses datanya oleh berbagai pihak. Mengingat dari catatan di atas banyak sekali data yang dapat dipergunakan untuk analisa dan evaluasi operasional unit secara keseluruhan.

      Beberapa penggunaan data di Buku Riwayat antara lain, yaitu :

1.    Jenis kerusakan yang sering terjadi, agar dapat membuat solusi untuk mengurangi atau menghilangkan penyebab kerusakan tersebut.

2.    Mengetahui kemampuan Operator, dengan menganalisa kerusakan yang terjadi yang diakibatkan oleh Operator.

3.    Mengetahui kemampuan Mekanik, dengan menganalisa penanganan kerusakan yang terjadi serta hasil penanganannya termasuk penanganan / pengerjaan ulang (Re Do / Re Work).

4.    Kelemahan atas unit dengan model dan merek tertentu, sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan pembelian unit berikutnya.

5.    Biaya pemakaian spare part dan consumable goods, sebagai dasar untuk penyediaan spare part dan consumable goods.

6.    Biaya pemakaian spare part dan consumable goods, sebagai dasar perencanaan keuangan atau budget pembelian baik mingguan, bulanan, triwulan, dll.

7.    Biaya pemakaian versus pembelian  spare part dan consumable goods, sebagai dasar bagian Akunting meng-audit pembelian, stock dan pemakaiannya.

8.    Dan masih banyak lagi.

       Semakin banyak perusahaan yang mewajibkan mempunyai Buku Riwayat karena mengetahui manfaat yang dapat diperoleh. Memang jika dilihat secara operasional, aktivitas mencatat ini merupakan sesuatu yang membuat repot dan membebani. Serta dengan mencatat segalanya maka akan memperkecil ataupun menghindari sesuatu yang seharusnya tidak perlu terjadi, misalkan :

-      Operator unit akan lebih hati – hati dalam mengoperasikan Alat Berat dan Truk serta merawat unit.

-      Operator akan ketahuan kalau mencuri atau menukar spare part, misalkan Ban atau Velg baru saja diganti baru namun belum umurnya sudah dilakukan penggantian lagi. Salah satu usaha pencegahan atau pencurian.

-      Mekanik tidak asal atau mengakali unit asalkan dapat beroperasi namun berdampak unit mengalami kerusakan parah.

-      Tidak main asal ganti spare part serta berulang – ulang pada unit yang sama karena akan ketahuan tidak melakukan analisa kerusakan.

-      Dan lain sebagainya.

       Umumnya dampaknya lebih positif dan akan lebih memacu semangat jika dikaitkan dengan insentif baik berupa uang maupun lainnya. Hal ini akan membuat pihak operasional berperilaku, antara lain :

-      Operator akan lebih berhati – hati dan meningkatkan keahlian dalam mengoperasikan unit agar tidak terjadi kerusakan.

-      Mekanik-pun juga akan meningkatkan kemampuan serta selalu melakukan analisa kerusakan agar tidak berulang kerusakan tersebut.

-      Mekanik juga dilibatkan untuk mengontrol pemakaian spare part dan consumable goods.

-      Dan lanin sebagainya.

       Buku Riwayat tersebut dibuat untuk masing – masing unit serta dikelompokkan baik berdasarkan kesamaan model, type, lokasi operasi, dan lainnya. Diharapkan operasional unit akan semakin baik dan terkontrol.

Ditulis oleh : Tractor-Truck.Com

Share this article:

">
Continue reading
355 Hits
0 Comments

IX.3

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
348 Hits
0 Comments

IX.3 Operator bukan Pilot Pesawat

       Sang pilot pesawat terbang sebelum mengoperasikan akan mengecheck kesiapan atas pesawat terbang baik bahan bakar, semua fungsi peralatan elektronik dan navigasi beroperasi normal. Setelah itu menghidupkan pesawat terbang untuk mulai beroperasi. Sang pilot akan sadar kesalahan dalam mengoperasikan pesawat dan tidak berfungsinya peralatan akan berakibat fatal atas dirinya sendiri dan penumpang. Namun dalam persiapannya pilot dibantu oleh co-pilot, juru mesin dan kru lainnya, jadi sang pilot hanya melakukan pengechekkan saja.

       Berbeda dengan operator yang hanya maunya mengecheck saja kondisi unit sebelum menghidupkan atau mengoperasikan unit. Sementara operator hanya mengandalkan mekanik atau pembantu operator (helper) untuk melakukan pengecheckan unit maka unit akan cepat mengalami kerusakan dan memperpendek umur pakai unit. Karena operator unit dan pilot pesawat terbang berbeda dalam tahapan mengoperasikan unit.

       Operator unit dan pembantu operator seharusnya melakukan, minimal seperti di bawah ini :

1.    Setelah selesai mengoperasikan unit maka sebaiknya mengisi bahan bakar agar tidak terjadi pengembunan di tangki bahan bakar, berakibat banyak kandungan air di tangki bahan bakar.

2.    Membersihkan unit dan khususnya bagian undercarriage dari lumpur, pasir dan batu.

3.    Mengecheck jadwal pemeliharaan (schedule maintenance).

4.    Sewaktu akan mengoperasikan melakukan visual check ke sekeliling unit termasuk bagian engine, transmission, main pump, dan lain sebagainya, khusus untuk bagian yang bergerak. Untuk mengecheck adanya kebocoran atau kerusakan.

5.    Menghidupkan engine dan melakukan check kembali, apakah ada yang tidak normal baik bunyi maupun bergeraknya.

6.    Melaporkan atau memberitahu ke mekanik jika ada sesuatu yang tidak normal atau kerusakan baik kecil maupun besar.

       Dengan demikian operator sebelum mengoperasikan unit, yakin bahwa unit siap beroperasi tanpa ada masalah. Diperlukan suatu check list (daftar check) sebelum operator mengoperasikan unit, yang mana sebagai acuan bagi mekanik setiap harinya untuk mengetahui kondisi unit. Diharapkan operator selalu memperhatikan kondisi unit baik sebelum, sedang maupun sesudah mengoperasikan.

Ditulis oleh : Tractor-Truck.Com

Share this article:

">
Continue reading
342 Hits
0 Comments

IX.10

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
326 Hits
0 Comments

IX.11

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
307 Hits
0 Comments

IX.12

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
287 Hits
0 Comments

IX.13

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
282 Hits
0 Comments

IX.14

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
277 Hits
0 Comments

IX.15

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
277 Hits
0 Comments

IX.16

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
278 Hits
0 Comments

IX.17

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
266 Hits
0 Comments

IX.18

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
273 Hits
0 Comments

IX.19

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
264 Hits
0 Comments

IX.20

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
303 Hits
0 Comments

IX.21

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
282 Hits
0 Comments

IX.22

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
249 Hits
0 Comments

IX.23

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
279 Hits
0 Comments

IX.24

Dalam penulisan

Share this article:

">
Continue reading
277 Hits
0 Comments
Anda disini: Home Blog / Tips Recent blog posts