“Mengapa harus susah, buang waktu dan biaya serta tenaga untuk mencari Spare Part Alat Berat dan Truk ?”
“Tractor-Truck.Com solusi tepat, cepat, hemat dan praktis mendapatkan Spare Part Alat Berat dan Truk”
| Harga Batubara Anjlok Terseret Koreksi Minyak |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 08 Februari 2010 09:21 |
|
KOMODITAS JAKARTA. Selama pekan lalu, harga batubara longsor hebat terseret penurunan harga minyak mentah dunia. Berdasarkan indeks harga spot batubara mingguan GlobalCoal di Newcastle, Jumat (5/2) lalu, harga batubara anjlok 6,8% menuju US$ 91,83 per ton. Kejatuhan harga batubara tak lepas dari koreksi harga minyak mentah dunia. Pada akhir pekan lalu, harga minyak mentah tergelincir 0,1% menjadi US$ 71,19 per barel. Harga komoditas logam lainnya ikut terkoreksi, seperti emas, nikel, dan timah. Indikasi penurunan harga berbagai komoditas terlihat dalam pergerakan indeks CRB Reuters-Jefferies, yang mencerminkan pergerakan harga 19 komoditas paling likuid di dunia. Jumat lalu, indeks ini ditutup minus 1,94 menjadi 258,37. Ini merupakan posisi terendah indeks komoditas sejak empat bulan terakhir. Analis Asia Kapitalindo Futures, Ibrahim, berpendapat, belakangan ini penurunan harga berbagai komoditas disebabkan oleh sentimen negatif yang berasal dari negara-negara kawasan Eropa. "Defisit anggaran yang diderita Yunani merembet ke negara lain, sehingga menyebabkan mata uang euro jatuh," katanya. Dalam kondisi seperti ini, tak heran apabila investor ramai-ramai memburu dollar Amerika Serikat (AS) dan membuang aset dalam bentuk komoditas. Vice President Valbury Asia Futures, Nico Omer Jonckheere, menambahkan, pasar juga belum yakin terhadap pemulihan ekonomi AS. Memang, pada kuartal empat 2009, ekonomi negeri Paman Sam itu tumbuh 5,7%. "Tapi pertumbuhan ekonomi AS lebih banyak ditopang oleh stimulus. Hal ini jelas belum mencerminkan fundamental ekonomi Amerika," ujarnya.
Bak wabah menular, aura negatif yang membayangi pasar komoditas juga merembet ke pasar saham domestik. Begitu harga batubara anjlok tajam, harga saham-saham emiten batubara di Bursa Efek Indonesia terkoreksi cukup dalam. Harga saham Bumi Resources (BUMI), misalnya, Jumat lalu ditutup anjlok 4,85% menuju Rp 2.450 per saham. Kemudian, harga saham Indotambangraya Megah (ITMG) terpangkas 6,08% menjadi Rp 30.100 per saham. Harga saham Adaro Energy (ADRO) juga jatuh 3,63% ke Rp 1.860 per saham. Koreksi ketiga saham tadi ikut menyeret kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang pada Jumat pekan lalu ditutup turun 2,86% menuju 2.518,98. Nico menyarankan investor saham berhati-hati dalam melakukan transaksi. Sebaiknya investor melakukan trading jangka pendek, lantaran volatilitas harga saham batubara saat ini cukup tinggi dan berisiko. "Lebih baik sell on strength," kata dia. Narasumber : Sandy Baskoro - Kontan Online |



