Ekspor Bijih Besi Meningkat Signifikan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Sabtu, 20 Juli 2013 09:45

JAKARTA. Meski harga bijih besi pada semester I 2013 belum stabil, namun produksi dan ekspor komoditas ini justru naik drastis. Tingginya volume ekspor bijih besi disinyalir merupakan aksi ambil untung pengusaha bijih besi sebelum larangan ekspor mineral mentah (ore) berlaku awal tahun depan.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), selama lima bulan pertama tahun ini, ekspor bijih besi yang tidak diaglomerasi mencapai 7,55 juta ton, naik 38,2% ketimbang periode yang sama tahun lalu  yang sebesar 5,46 juta ton.

Ahmad Ardianto, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), bilang, pengusaha pertambangan bijih besi memanfaatkan momentum sebelum pemberlakuan larangan ekspor di tahun depan. "Buktinya, sekarang sudah masuk 326 proposal smelter yang diajukan pengusaha ke pemerintah agar tetap bisa melakukan ekspor," tutur dia, kemarin.

Seperti diketahui, sejak pertengahan 2012 pemerintah memberlakukan kebijakan clean and clear (CnC). Arti kebijakan tersebut, untuk bisa mengekspor produksi mineralnya, pengusaha harus mengantongi surat persetujuan ekspor (SPE). Surat itu baru terbit apabila perusahaan tambang mengajukan proposal pembangunan smelter.

Menurut Ardianto, pemerintah seharusnya melakukan pengawasan terhadap proposal pembangunan smelter dari para pengusaha. Ia menengarai, beberapa perusahaan tambang menyetor proposal sebagai trik untuk tetap bisa mengekspor bijih besi.

Ironisnya, kata Ardianto volume ekspor bijih besi yang tinggi, saat ini, kian merontokkan harga mineral tersebut di pasar internasional. "China sudah khawatir kekurangan pasokan mineral mentah di tahun depan. Sekarang China membeli mineral dari Indonesia dengan harga murah sebagai stok," ujar dia.

Sebagai perbandingan, berdasarkan harga patokan ekspor (HPE) dari Kementerian Perdagangan, harga bijih besi yang tidak diaglomerasi per Juli 2013 mencapai kisaran US$ 15,67 per ton hingga US$ 80,59 per ton. Patokan harga tersebut jauh menurun dibandingkan dengan HPE selama Juni 2012 dan Juli 2012 yang mencapai US$ 34 per ton hingga US$ 119 per ton.

Dede I Suhendra, Direktur Pembinaan  dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM bilang, selama ini pendataan volume produksi maupun ekspor dari pengusaha mineral, termasuk bijih besi dan pasir besi, belum optimal.

Saat data diperbarui, kesan yang muncul adalah angka ekspor meningkat. Dede optimistis, ekspor bijih besi tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yaitu 10,5 juta ton. Apalagi, harga komoditas ini sedang rendah.

Ia bilang, ESDM tengah mengkaji 326 izin usaha pertambangan (IUP) untuk mereka yang mengajukan proposal pembangunan smelter dan mengantongi kuota ekspor. "Tahun depan, ekspor ore tetap dilarang sesuai dengan aturan," kata dia


Narasumber : kontan.co.id



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
 








Jumlah Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5990
mod_vvisit_counterYesterday17278
mod_vvisit_counterThis week152536
mod_vvisit_counterLast week245395
mod_vvisit_counterThis month23268
mod_vvisit_counterLast month1074319
mod_vvisit_counterAll days16086830

Suku Cadang & Komponen













Dijual GENSET












Berita Terbaru

Harga minyak turun meskipun data ekonomi positif
Jumat, 25 Juli 2014 11:17
New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), meskipun beberapa...

IMF Kembali Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Jumat, 25 Juli 2014 10:56
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ...

Asing Masih Mendominasi Investasi di Indonesia
Jumat, 25 Juli 2014 10:30
TEMPO.CO , Jakarta: Pencapaian realisasi investasi semester I tahun 2014 yang...

Dolar stabil di perdagangan Asia
Kamis, 24 Juli 2014 11:20
Tokyo (ANTARA News) - Kurs dolar AS bertahan stabil di perdagangan Asia pada Kamis, dengan pasar...

Harga minyak WTI bergerak liar
Kamis, 24 Juli 2014 09:31
SINGAPURA. Harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak fluktuatif pada...

Dollar dan saham menguat, kilau emas pudar
Rabu, 23 Juli 2014 12:45
SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia diperdagangkan di bawah level tertingginya dalam tiga bulan...

Pamor batubara semakin meredup
Rabu, 23 Juli 2014 12:07
JAKARTA. Harga batubara semakin terbenam. Peralihan penggunaan energi batubara ke gas alam di...

Laju euro terjegal data ekonomi Jerman
Selasa, 22 Juli 2014 14:17
JAKARTA. Rilis indikator ekonomi  Jerman tidak mampu mendongkrak pergerakan euro. Mata uang...

Dijual ALAT BERAT & TRUK



























Service & Maintenance









Dijual ALAT BERAT & TRUK























































Heavy Equipment ( Bomag - Caterpillar - Daewoo - Dynapac - Hitachi - Hyster - Hyundai - Kobelco - Komatsu - Link Belt - Mitsubishi - Nissan - O&K - Patria - P&H - Sakai )
Heavy Duty Truck ( Hino - Isuzu - Mercedes - Mitsubishi - Nissan - Scania - Toyota - Volvo )
Genset ( Caterpillar - Cummins - Denyo - Detroit - Deutz - Honda - Komatsu  - MAN - Mitsubishi - Nippon Sharyo - Nissan - Patria - Perkins - Volvo - Yanmar )
Engine (Caterpillar - Cummins - Denyo - Detroit - Deutz - Honda - Isuzu - Komatsu - Kubota - Mitsubishi - Nissan - Perkins - Volvo - Yanmar - Yuchai)
Alternator (AVK - Caterpillar - Deutz - Leroy Somer - Marathon - Marelli - Matari - Mitsubishi - New Age - Siemens - Stamford - STC - Yanmar)