
| PERTUMBUHAN EKONOMI: Pencapaian Target 6,5% Dinilai Sulit |
|
|
|
| Berita |
| Oleh Administrator |
| Jumat, 03 Agustus 2012 08:37 |
|
JAKARTA: Pemerintah mengakui pencapaian pertumbuhan ekonomi sesuai
target pemerintah tahun ini sebesar 6,5% cukup sulit dilakukan di tengah
krisis ekonomi global.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Armida
Alisjahbana menyampaikan pelemahan perekonomian dunia berimbas pada
kinerja perdagangan internasional Indonesia. Selanjutnya, tentu ikut
mengganggu pertumbuhan ekonomi.
“Memang harus diakui dengan situasi perekonomian dunia sekarang ini
memang berat [mencapai pertumbuhan ekonomi],” ujarnya hari ini,
Jumat(3/8/2012).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatat
defisit neraca perdagangan hingga US$1,33 miliar pada Juni 2012. Dua
bulan sebelumnya, neraca perdagangan juga dilaporkan defisit, yakni Mei
sebesar US$490 juta dan April sebanyak US$640 juta.
Dia menggambarkan melesunya perekonomian global terlihat dari sejumlah
negara berkembang utama yang merevisi turun target pertumbuhannya,
seperti China dan India. Dia berharap kinerja ekonomi Indonesia pada
kuartal kedua tahun ini masih berada di atas kisaran 6%.
Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini
hanya sebesar 6,3%, lebih rendah dari target tahunan pemerintah yang
mencapai 6,5%.
Adapun Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku pada kuartal
I/2012 mencapai Rp1.972 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan
2.000 mencapai Rp632,8 triliun.
Untuk mempertahankan laju pertumbuhan, tuturnya, masyarakat perlu menjaga momentum peningkatan konsumsi domestik.
Pada tahap lanjutan, tambahnya, kompensasi lain pertumbuhan yakni pada
komponen investasi dalam Pembentukkan Modal Tetap Bruto (PMTB). Dia
mengklaim tren pertumbuhan investasi menunjukkan angka yang positif,
baik dari penanaman modal asing maupun investasi dalam negeri.
Dari sisi belanja, pemerintah mengaku akan berfokus melakukan penajaman
program Kementerian/Lembaga (K/L) agar penggunaan fiskal lebih efektif.
Armida mencontohkan kebijakan penajaman program salah satunya terkait
penciptaan kesempatan kerja.
“Kita akan mempertajam program 17 K/L yang terkait ketenagakerjaan
seperti program pelatihan magang, agar lebih sinkron dan dampaknya
signifikan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya akan mensinergikan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dibantu dengan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS)
Narasumber : bisnis.com |








![]() | Today | 10535 |
![]() | Yesterday | 17938 |
![]() | This week | 50096 |
![]() | Last week | 143505 |
![]() | This month | 415307 |
![]() | Last month | 525773 |
![]() | All days | 5485215 |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |