
| Harga minyak terhajar sentimen China |
|
|
|
| Berita |
| Oleh Administrator |
| Senin, 23 Juli 2012 15:58 |
|
NEW YORK. Harga minyak terkapar, anjlok terdalam selama dua pekan gara-gara spekulasi permintaan minyak dunia melemah. Spekulasi itu muncul akibat ekonomi China yang diprediksi melambat, di samping aroma krisis Eropa yang masih tajam. Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman September di bursa NYMEX sempat merosot 2,2% menjadi US$ 89,77 per barrel. Pada pukul 13.40 WIB, minyak diperdagangkan pada harga US$ 89,78. Di harga ini, minyak sudah lebih murah 9,2% sejak awal tahun. “Krisis utang Eropa berlanjut dan China juga menjadi kekhawatiran,” kata Ken Hasegawa Commodity Derivative Sales Manager Newedge Group di Tokyo. Selain itu, pasokan minyak masih banyak tersedia di pasar sehingga kenaikan harga minyak bakal terbatas. Minyak langsung merosot begitu pejabat bank sentral China Song Guoqing menyatakan ekonomi China akan melambat menjadi 7,4% di kuartal ketiga. Pada kuartal kedua, ekonomi China masih tumbuh 7,6%. Sementara itu, Komisi Eropa, European Central Bank, dan International Monetary Fund akan bertemu di Athena besok, di tengah kecemasan bahwa Yunani takkan bisa memenuhi target bailout-nya. Ketiganya akan menentukan posisi fiskal Yunani .
Narasumber : kontan.co.id |








![]() | Today | 16287 |
![]() | Yesterday | 20911 |
![]() | This week | 16287 |
![]() | Last week | 143505 |
![]() | This month | 381498 |
![]() | Last month | 525773 |
![]() | All days | 5451406 |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |