New York (ANTARA News) - Harga minyak melonjak di New York pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data aktivitas manufaktur AS meningkat tak terduga, menandakan kekuatan dalam pemulihan di ekonomi terbesar dunia.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, ditutup pada 106,16 dolar AS per barel, bertambah 1,29 dolar AS dari tingkat penutupan Senin, lapor AFP.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni naik 16 sen menjadi menetap di 119,66 dolar AS per barel.

"Harga minyak melesat tinggi ... setelah angka manufaktur PMI AS lebih baik dari perkiraan," kata David Morrison, ahli strategi senior di kelompok perdagangan GFT Markets.

"Ini menimbulkan harapan bahwa ekonomi AS lebih kuat daripada yang ditunjukkan oleh data terakhir," tambahnya.

Aktivitas manufaktur di Amerika Serikat, konsumen minyak mentah terbesar, secara tak terduga meningkat pada April, menurut indeks yang diawasi ketat yang dirilis pada Selasa.

Indeks pembelian manajer (PMI) Institute for Supply Management naik menjadi 54,8 persen dari 53,4 persen pada Maret, analis telah memperkirakan penurunan.

Sektor manufaktur telah mendasari pemulihan AS dari sebuah resesi dalam 2008-2009. Laporan kenaikan PMI memicu optimisme menjelang laporan resmi ketenagakerjaan untuk April pada Jumat.

Sektor manufaktur China juga memberikan suntikan dukungan untuk pasar. Ekonomi terbesar keduadan konsumen energi terkemuka dunia itu mengatakan, aktivitas manufaktur naik untukkelima bulan berturut-turut pada April ke tertinggi 13 bulan.

Indeks PMI resmi naik menjadi 53,3 dari 53,1 pada Maret, sedikit di bawah harapan.

Rich Ilczyszyn, seorang pedagang di iiTrader.com, mencatat bahwa pasar New York telah merespon baik data PMI AS, namun harga tetap terjebak dalam kisaran 100 dolar AS hingga 110 dolar AS.

"Jika anda melihat pasar saham dan volatilitas yang tidak terlalu tinggi, dan bahwa jumlah pekerjaan tidak buruk pada Jumat, ini bisa meninju (harga) ke arah kisaran atas," katanya. (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

 

 

Narasumber : antaranews.com