|
JAKARTA--MICOM: PT Indofood
Sukses Makmur Tbk (Indofood) mengalami penurunan margin laba kotor 320
basis poin menjadi 27,7% di kuartal I tahun 2012. Penurunan harga
komoditas dunia seperti crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah
dan karet menjadi penyebab penurunan kinerja tersebut.
Direktur Utama Indofood Anthony Salim mengatakan pendapatan
perseroan selama ini dikontribusikan lini usaha Agribisnis, CBP,
Bogasari, dan Distribusi. Turunnya harga CPO dan karet memengaruhi
kinerja sektor Agribisnis. Sementara, sektor CBP dan Bogasari menghadapi
situasi pasar yang penuh tantangan.
Sektor agribisnis merupakan kegiatan usaha yang dijalankan oleh
PT Salim Ivomas Pratama Tbk. dan PT PP London Sumatra Indonesia.
Keduanya merupakan anak usaha Indofood Agri Resources Ltd yang tercatat
di Bursa Efek Singapura.
Kegiatan usaha grup ini meliputi penelitian dan pengembangan,
pembibitan kelapa sawit pemulaan, termasuk juga penyulingan, branding
dan pemasaran minyak goreng, margarin, dan shortening. Disamping itu,
kegiatan usaha grup ini mencakup pemuliaan dan pengolaan karet, tebu,
kakao, dan teh.
"Laba bruto sedikit turun dari Rp3,32 triliun di kuartal I-2011
menjadi Rp3,27 triliun di kuartal I-2012. Penyebabnya adalah turunnya
kinerja grup Agribisnis sebagai akibat turunnya harga CPO dan karet.
Margin laba bruto turut turun 320 basis poin menjadi 27,7%," tuturnya,
di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (30/4).
Kendati begitu, lanjut Anthony, perseroan masih mencatatkan
pertumbuhan pendapatan. Laba bersih perseroan pun tetap tumbuh meski
kenaikannya tipis.
Sesuai laporan keuangan kuartal I-2012, Indofood membukukan
penjualan neto konsolidasi sebesar Rp11,83 triliun, naik 9,9% dibanding
periode yang sama tahun sebelumnya. Grup CBP terus memberikan kontribusi
penjualan terbesar diikuti Bogasari, Agribisnis, dan Distribusi dengan
kontribusi masing-masing sebesar 44%, 25%, 23%, dan 8% terhadap
penjualan neto.
Grup CBP mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar
13,4% yang didorong oleh peningkatan volume penjualan di hampir seluruh
divisi dalam grup. Adapun divisi yang tergabung dalam grup CBP adalah
divisi mie instan, diary, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi,
& makanan khusus.
Total penjualan grup Bogasari tumbuh sebesar 5,9% terutama
disebabkan naiknya volume penjualan. Grup Distribusi juga mencatatkan
peningkatan penjualan sebesar 8,1% antara lain didorong dari pertumbuhan
penjualan grup CBP.
"Grup Agribisnis mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan
sebesar 10,2%. Tapi, kenaikan itu karena didorong oleh kenaikan volume
penjualan produk minyak goreng, dan lemak nabati," jelasnya.
Sementara laba bersih perseroan tetap tumbuh meski minim. Laba
usaha tumbuh sebesar 0,4%, menjadi Rp1,78 trilun. Pertumbuhan tersebut
karena turunnya beban operasional. "Namun margin laba usaha turun
menjadi 15% dari 16,5% di periode yang sama tahun sebelumnya," paparnya.
Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik
entitas induk naik 10,8% menjadi Rp815 miliar karena turunya beban pajak
penghasilan dan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan
kepentingan nonpengendali sebagai akibaat turunnya laba yang dihasilkan
Grup Agribisnis
Adapun margin laba bersih naik sedikit menjadi 6,9%. Core profit
meningkat 10,9% menjadi 805,6 miliar dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya.
"Meskipun turunnya harga CPO dan karet memengaruhi kinerja Grup
Agribisnis, sementara grup CBP dan Bogasari menghadapi situasi pasar
yang penuh tantangan, kami terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih.
Hal ini menunjukkan ketangguhan model bisnis kami serta kemampuan kami
dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah," klaimnya.
(WR/OL-10)
Narasumber : mediaindonesia.com
|