Smelter Timah Ditunggangi Asing PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 27 April 2012 08:42

INILAH.COM, Jakarta - Pemodal asing jelas berada di balik sejumlah pengusaha smelter (peleburan) di Babel yang menolak untuk bergabung dengan Pasar Timah Indonesia, padahal tujuan Pasar Timah Indonesia tidak lain agar Indonesia bisa menjadi penentu harga timah dunia.

“Ya jelas mereka nggak akan mau menjual produk timahnya di Pasar Timah Indonesia, karena mereka dimodali asing,” tegas Pengamat Pertambangan yang juga mantan Direktur Teknik Minerba Kementrian ESDM MS Marpaung.

Marpaung juga menjelaskan bahwa Sudah seharusnya Indonesia bisa menentukan harga timah dunia. “Masak Singapura yang hanya menjadi broker dan tidak punya tambang timah bisa punya pasar timah,” ujarnya.

Marpaung pun meminta pemerintah untuk mewujudkan dan mendukung Pasar Timah Indonesia.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai pelunya pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang mewajibkan seluruh pengusaha smelter menjual produknya melalui Pasar Timah Indonesia sebagai bentuk dukungan kongkrit pemerintah untuk mewujudkan Pasar Timah Indonesia, Marpaung menjelaskan bahwa rencana pemerintah untuk menaikan pajak ekspor tambang sebesar 15 % merupakan salah satu upaya untuk memperketat ekpor yang dilakukan para pengusaha smelter yang ditunggangi pemodal asing tersebut.

Selain pajak ekspor menurut Marpaung, Undang-Undang Minerba juga sudah mengatur mengenai pengolahan dan pemurnian, yang didukung oleh peraturan menteri perdagangan (Permendag) mengenai kadar minimal dari logam timah yang diekspor.

Sepintas lalu regulasi tersebut sangat memungkinkan untuk meminimalisir kegiatan illegal mining yang dilakukan oleh para pengusaha smelter di Babel, tetapi pada kenyataannya para pengusaha smelter di Babel tetap sulit di jerat hanya oleh regulasi tersebut.

Seperti pernah diberitakan, lima dari 167 kontainer yang diuji kadar Sn-nya tidak memenuhi standar seperti yang diatur dalam Permendag No. 04/M-DAG/PER/1/2007.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Marpaung tak menampik sulitnya mengawasi kegiatan pertambangan timah di Babel karena banyak kepentingan yang terlibat sehingga perlu kordinasi antar lembaga.

Marpaung pun meminta agar media turut menyoroti hal tersebut karena banyak dari mereka menyatakan mendukung Pasar Timah Indonesia padahal mereka sebenarnya membela kepentingan pemodal asing.

Mengenai perlunya kordinasi antar lembaga anggota Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia-Bangka Belitung (LCKI-Babel) Bambang Herdiansyah pernah menyatakan perlunya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengawasi kegiatan usaha pertambangan timah di Babel. Pasalnya ada persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan oleh sejumlah pengusaha smelter di Babel.

Akibat dari persaingan usaha tidak sehat tersebut menurut Bambang sangat merugikan Negara selain menimbulkan kesan tidak adil bagi perusahaan yang telah melakukan kegiatannya sesuai peraturan. Misalnya ketika perusahaan seperti PT Timah (Persero) Tbk dituntut untuk mereklamasi lahan bekas tambangnya, maka tidak demikian halnya dengan sejumlah perusahaan smelter, karena sebagian besar pasir timahnya diperoleh dari cara yang illegal.

Untuk meminimalisir persaingan usaha yang tidak sehat seperti yang terjadi di Babel, Marpaung pun setuju dengan Ketua Pembentukan Pasar Timah Indonesia Wachid Usman untuk menjual produk timah menggunakan brand (merk dagang) yang dimiliki Indonesia melalui Pasar Timah Indonesia.

Dengan begitu pembentukan Pasar Timah Indonesia bukan saja menguntungkan bagi Negara karena bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari nilai tambah produk yang diekspor, juga sangat strategis dari sisi konservasi cadangan.

 

 

Narasumber : inilah.com



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
 








Jumlah Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday10774
mod_vvisit_counterYesterday22998
mod_vvisit_counterThis week140042
mod_vvisit_counterLast week245395
mod_vvisit_counterThis month10774
mod_vvisit_counterLast month1074319
mod_vvisit_counterAll days16074336

Suku Cadang & Komponen













Dijual GENSET












Berita Terbaru

Harga minyak turun meskipun data ekonomi positif
Jumat, 25 Juli 2014 11:17
New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), meskipun beberapa...

IMF Kembali Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Jumat, 25 Juli 2014 10:56
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ...

Asing Masih Mendominasi Investasi di Indonesia
Jumat, 25 Juli 2014 10:30
TEMPO.CO , Jakarta: Pencapaian realisasi investasi semester I tahun 2014 yang...

Dolar stabil di perdagangan Asia
Kamis, 24 Juli 2014 11:20
Tokyo (ANTARA News) - Kurs dolar AS bertahan stabil di perdagangan Asia pada Kamis, dengan pasar...

Harga minyak WTI bergerak liar
Kamis, 24 Juli 2014 09:31
SINGAPURA. Harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak fluktuatif pada...

Dollar dan saham menguat, kilau emas pudar
Rabu, 23 Juli 2014 12:45
SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia diperdagangkan di bawah level tertingginya dalam tiga bulan...

Pamor batubara semakin meredup
Rabu, 23 Juli 2014 12:07
JAKARTA. Harga batubara semakin terbenam. Peralihan penggunaan energi batubara ke gas alam di...

Laju euro terjegal data ekonomi Jerman
Selasa, 22 Juli 2014 14:17
JAKARTA. Rilis indikator ekonomi  Jerman tidak mampu mendongkrak pergerakan euro. Mata uang...

Dijual ALAT BERAT & TRUK



























Service & Maintenance









Dijual ALAT BERAT & TRUK























































Heavy Equipment ( Bomag - Caterpillar - Daewoo - Dynapac - Hitachi - Hyster - Hyundai - Kobelco - Komatsu - Link Belt - Mitsubishi - Nissan - O&K - Patria - P&H - Sakai )
Heavy Duty Truck ( Hino - Isuzu - Mercedes - Mitsubishi - Nissan - Scania - Toyota - Volvo )
Genset ( Caterpillar - Cummins - Denyo - Detroit - Deutz - Honda - Komatsu  - MAN - Mitsubishi - Nippon Sharyo - Nissan - Patria - Perkins - Volvo - Yanmar )
Engine (Caterpillar - Cummins - Denyo - Detroit - Deutz - Honda - Isuzu - Komatsu - Kubota - Mitsubishi - Nissan - Perkins - Volvo - Yanmar - Yuchai)
Alternator (AVK - Caterpillar - Deutz - Leroy Somer - Marathon - Marelli - Matari - Mitsubishi - New Age - Siemens - Stamford - STC - Yanmar)