MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan kepada
pemerintah Singapura untuk menjadikan Pelabuhan Makassar menjadi titik
terakhir distribusi barang dari negara itu, agar perputaran perdagangan
menjadi lebih cepat.
Wakil Gubernur Provinsi Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengatakan
dengan dijadikannya Pelabuhan Makassar sebagai titik terakhir
distribusi barang, otomatis semakin memperlancar hubungan, terutama
hubungan perdagangan antarnegara, Singapura dan Indonesia.
"Apalagi Singapura masih membutuhkan banyak ikan segar dari daerah ini,
meski setiap bulan kami selalu mengekspor komoditas tersebut, tapi
katanya masih kurang sehingga perlu ditambah lagi," terang Agus di
sela-sela pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Singapura Masagos
Zulkifli, Rabu malam.
Dalam pertemuan tersebut, tegasnya, kedua belah pihak juga mempertajam
peluang kerja sama di berbagai bidang terutama perdagangan dan
pariwisata.
Upaya ini juga melanjutkan bentuk-bentuk kesepakatan, yang sebelumnya
telah dibuat melalui kunjungan kerja Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo
ke negara berlambang Singa itu beberapa waktu lalu.
Agus menuturkan pemerintah negara tetangga itu juga tertarik dengan
potensi pariwisata yang ada di Sulsel, seperti fasilitas lapangan golf
serta wisata alam dan budaya di Tana Toraja. "Pemerintah Singapura telah
meminta kami menawarkannya ke mereka," ucapnya.
Perkuat kerja sama
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Singapura Masagos Zulkifli mengungkapkan kunjungannya ke Makassar, untuk semakin memperkuat kerja sama antara kedua negara.
"Hubungan dengan Indonesia sudah cukup bagus. Pertemuan antara Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loon
baru-baru ini, menguatkan lagi hubungan antara kedua negara. Jadi saya
ke sini untuk memperat lagi hubungan antara Singapura dengan Sulawesi
Selatan," terangnya.
Pihaknya berharap hubungan yang telah terjalin selama ini, semakin
berkembang di berbagai bidang terutama perdagangan dan pariwisata.
Beberapa potensi kerja sama yang dilakukan menurutnya, harus
direncanakan dengan matang sehingga dalam kunjungannya kali ini, dia
membawa serta 20 pengusaha dari berbagai bidang, salah satunya di bidang
manajemen pelabuhan.
"Mudahan-mudahan dalam lawatan kali ini, mereka melihat ada potensi besar yang bermanfaat bagi kedua negara," katanya.
Hari ini, Kamis, 26 April, Wamenlu Singapura dijadwalkan melakukan
pertemuan dengan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan
mengunjungi Pelabuhan Makassar serta sejumlah perusahaan yang ada di
kota ini. (K46/Bsi)