|
JAKARTA: Harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Astra
Agro Lestari Tbk terkoreksi 6,9% sepanjang kuartal I/2012 yang memicu
penurunan pendapatan dan laba bersih perseroan.
Investor Relations Astra Agro Lestari Rudy Limardjo mengatakan harga
jual CPO perseroan turun menjadi Rp7.706 per kilogram dari Rp8.278 per
kilogram pada periode yang sama 2011.
"Harga jual kernel juga turun sebesar 38,7% menjadi Rp4.001 per
kilogram dari Rp6.523 per kilogram," katanya dalam keterangan resmi,
hari ini 25 April 2012.
Meski demikian, terangnya, emiten berkode AALI ini mencetak kenaikan
volume penjualan sebesar 5,2% pada kuartal I/2012 menjadi 299.079 ton
dari 284.249 ton pada periode yang sama 2011.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 286.579 ton dijual ke pasar nasional sementara sisanya 12.500 ton di ekspor ke luar negeri.
Sementara itu, sambungnya, volume penjualan kernel juga meningkat
sebesar 63,3% pada periode tiga bulan pertama tahun ini menjadi 54.734
ton dari 33.516 ton pada periode yang sama 2011.
Per 31 Maret 2012, laba bersih AALI turun 42,21% menjadi Rp377,9 miliar dari Rp654,03 miliar pada periode yang sama 2011.
Sejalan dengan itu, laba bersih per saham emiten sawit Grup Astra itu
juga turun 42,21% menjadi Rp239,98 dari Rp415,33 pada periode yang sama
2011.
Pada periode tersebut, pendapatan bersih emiten sawit milik Grup Astra
itu turun 6,62% menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,76 triliun pada periode
yang sama 2011.
Bisnis mencatat tren penurunan tersebut mulai terjadi sejak Februari
akibat adanya penurunan harga jual untuk semua jenis produk perseroan
mulai dari crude palm oil (CPO), inti sawit (kernel), palm kernel oil
(PKO), dan palm kernel expeller (PKE).
Harga jual rata-rata CPO dan kernel pada 2 bulan pertama itu
masing-masing turun dari Rp8.600 per kilogram dan Rp6.395 per kilogram
menjadi Rp7.537 per kilogram untuk CPO dan Rp3.935 per kilogram untuk
kernel.
Kendati demikian, perseroan yang dipimpin oleh Widya Wiryawan itu
mencetak kenaikan produksi CPO sebesar 5,2% menjadi 289.391 ton pada
kuartal I/2012 dari periode yang sama tahun lalu 275.099 ton.
Pada periode yang sama, beban pokok pendapatan perseroan naik 9,12%
menjadi Rp1,84 triliun pada kuartal I/2012 dari Rp1,69 triliun pada
periode yang sama tahun sebelumnya.
Akibatnya, laba kotor perseroan turun 31,41% menjadi Rp738,94 miliar
dari Rp1,08 triliun pada periode yang sama 2011. Margin laba kotor
perseroan pun akhirnya menyempit menjadi 28,63% pada kuartal I/2012 dari
38,92% pada periode yang sama 2011.
Saat ini perseroan memiliki areal tertanam 266.900 hektar dengan
komposisi 22,5% plasma dan 77,5% inti. Dari jumlah tersebut sebanyak
88,8% telah menghasilkan dan sisanya 11,2% belum menghasilkan.
Dari total tanaman menghasilkan yakni 237.038 hektar itu tersebar di
tiga lokasi yakni Sulawesi dengan komposisi 18,5%, Kalimantan sebesar
39,6%, dan Sumatra 41,9%.
Pada periode yang sama, total produksi untuk CPO telah mencapai 289.391
ton sementara produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 1,09 juta ton.
Sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar
21,81% menjadi Rp10,77 triliun dari pendapatan pada 2010 yaitu Rp8,84
triliun.
Kenaikan pendapatan itu terefleksi dari laba atribusi entitas induk
sebesar Rp2,49 triliun pada 2011, naik 18,77% dari Rp2,1 triliun pada
2010.
Perseroan sudah membagikan dividen interim sebesar Rp300 per saham pada
10 November 2011 dan sisanya sebesar Rp695 per saham akan dibayarkan
pada 29 Mei 2012 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat per 11
Mei 2012.
AALI tidak menyisihkan dana cadangan wajib karena jumlah dana cadangan
wajib perseroan sudah mencapai jumlah minimum yang diwajibkan oleh
ketentuan yang berlaku. Sisa laba bersih 2011 dibukukan sebagai saldo
laba untuk digunakan sebagai modal kerja dan investasi perseroan. (faa) Narasumber : bisnis.com
|