
| ALAT BERAT KONSTRUKSI—Volume kebutuhan naik 20% |
|
|
|
| Berita |
| Oleh Administrator |
| Selasa, 24 April 2012 09:24 |
|
JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan kenaikan kebutuhan
alat berat konstruksi hingga 2014 mencapai 20%, menyusul meningkatnya
rencana pembangunan infrastruktur nasional dalam dua tahun kedepan.
Kepala BP Konstruksi Kementerian PU Bambang Goeritno mengatakan
prediksi itu mengacu pada kebutuhan anggaran infrastruktur berdasarkan
rencana pembangunan jangka menengah, hingga 2014 mencapai Rp1.923
triliun.
Dengan tumbuhnya kebutuhan itu, diharapkan produsen alat-alat berat
lokal bisa bertambah. “Selama ini produsen lokal hanya ada beberapa
saja, mayoritas impor dari luarnegeri,” ujar Bambang dalam konferensi
pers pameran perdagangan konstruksi 2012 di Jakarta hari ini.
Pasalnya, katanya, ketersediaan alat-alat berat saat ini belum
terpenuhi. Misalnya saja, saat ini suplai alat berat yang tersedia saat
ini baru mencapai 150.000 unit. Sedangkan total kebutuhan mencapai
210.000 unit sepanjang tahun.
Rinciannya, 168.000 unit untuk kebutuhan non infrastruktur dan
infrastruktur sebesar 42.000 unit. Artinya, jika kenaikan diperkirakan
mencapai 20%, maka kebutuhan alat berat diprediksi mencapai 252.000 unit
pada 2014.
Suplai tersebut, diperkirakan bisa memenuhi utilitas sebesar 140% dari
tingkat permintaan alat berat secara nasional. Sementara itu, jenis
sektor konstruksi yang membutuhkan alat berat paling besar misalnya saja
energi, pembangunan jalan, dan bangunan gedung.
“Ada beberapa proyek infrastruktur besar yang akan membutuhkan alat
berat banyak, misalnya saja pembangunan jembatan Selat Sunda, kereta
bawah tanah MRT Jakarta, dan konstruksi green high rise building,”
tambahnya.
Dari tiga proyek itu saja, menurut Bambang dapat meningkatkan
pertumbuhan konstruksi hingga 15% pada 2014. Hal tersebut
memperhitungkan kebutuhan anggaran yang besar untuk tiga proyek itu,
yakni untuk JSS sekitar Rp150 triliun, dan MRT Rp17 triliun.
Selain peningkatan kebutuhan alat berat, Bambang mengatakan sumber daya
konstruksi berupa bahan material juga belum terpenuhi dari produsen
lokal. Sehingga sumbernya masih banyak diimpor dari luar negeri. Narasumber : bisnis.com
|








![]() | Today | 18558 |
![]() | Yesterday | 20911 |
![]() | This week | 18558 |
![]() | Last week | 143505 |
![]() | This month | 383769 |
![]() | Last month | 525773 |
![]() | All days | 5453677 |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |