
| Bea Keluar Tambang Diarahkan Spesifik |
|
|
|
| Berita |
| Oleh Administrator |
| Selasa, 24 April 2012 15:15 |
|
JAKARTA– Rencana penerapan bea keluar ekspor barang tambang diarahkan untuk diterapkan secara spesifik, disesuaikan dengan jenis komoditasnya. Besaran bea keluar itu akan diputuskan oleh pemerintah dalam waktu dekat. “Pembedaan per produk saya rasa lebih refined.Tergantung komoditas apa. Karena sudah ada domestic market obligation (DMO) untuk batu bara. Bijih besi yang tidak ada hilirisasi bisa lebih proaktif. Nikel juga. Harus dikonsolidasi,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Jakarta kemarin. Bea keluar ekspor barang tambang, imbuh dia, sama dengan yang sudah diterapkan pada komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO),di mana semangatnya adalah mendorong tercapainya program hilirisasi industri di dalam negeri. Dia menambahkan, rencana penerapan bea keluar itu saat ini sudah sering disuarakan kepada sektor pertambangan nasional. Kekhawatiran soal penerapan bea keluar itu menurut dia bisa diselesaikan apabila semua pihak yang terkait berusaha mengerti. Terpisah, Ketua bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto mengatakan, program hilirisasi di sektor pertambangan akan memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Kebijakan bea keluar menurut dia bakal memacu investasi pembangunan fasilitas pengolahan logam (smelter) di dalam negeri. “Mau tidak mau harus bangun industri hilir di sini. Industri nasional akan bagus dan sukses. Nilai tambah masuk ke dalam negeri. Pada ujungnya kita tidak lagi bergantung impor. Seperti, impor komponen yang selama ini terjadi,”katanya. ●sandra karina
Narasumber : seputarindonesia.com |








![]() | Today | 14323 |
![]() | Yesterday | 15537 |
![]() | This week | 136917 |
![]() | Last week | 120565 |
![]() | This month | 358623 |
![]() | Last month | 525773 |
![]() | All days | 5428531 |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |