Investasi Besar Tersendat PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 13 April 2012 13:41

JAKARTA– Dalam tiga tahun terakhir Indonesia telah menarik minat investasi sekitar Rp2.000 triliun. Namun, dari minat investasi tersebut, hanya Rp650 triliun yang terealisasi.

Deputi Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Hutapea menjelaskan,investasi yang belum terealisasi sekitar Rp1.400 triliun, utamanya disebabkan minimnya infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur seperti energi, pelabuhan, dan jalan yang minim membuat investor menahan investasinya sambil menunggu Indonesia melakukan perbaikan.

“Ada Rp2.000 triliun yang sudah minta izin masuk tapi realisasi baru Rp600 triliun. Masih ada Rp1.400 triliun yang menunggu kepastian,menunggu infrastruktur salah satunya,” ujar Tamba saat konferensi pers menjelang penyelenggaraan Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2012, di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta,kemarin.

Investor juga masih menunggu kepastian perizinan terutama dalam pembebasan lahan. Mereka juga berharap Indonesia memperbaiki koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.“Mereka sudah punya izin pemerintah pusat, tinggal menunggu izin daerah, infrastruktur juga,”imbuhnya. Tamba berharap, IIICE yang akan diselenggarakan pada 2–5 Mei mampu membuahkan hasil positif bagi pembangunan infrastruktur.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengakui, anggaran infrastruktur yang ditetapkan Rp160 triliun atau hanya 2% dari PDB memang kurang dalam mendukung pertumbuhan yang pesat.Menurut dia,Indonesia paling tidak harus mengalokasikan 7% dari PDBnya untuk infrastruktur bila ingin menggenjot pertumbuhan sebesar 7%.

Tahun ini pemerintah telah menyiapkan dana Rp204,7 triliun dalam program pembangunan infrastruktur. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan,Indonesia membutuhkan anggaran hingga Rp1.786 triliun untuk membangun infrastruktur.Di antaranya untuk penyediaan listrik dan energi sebesar Rp681 triliun, pembangunan jalan raya Rp339 triliun, serta Rp326 triliun untuk rel kereta api.

“Bagi kami, infrastruktur sangat penting karena kaitannya dengan daya saing kita sebagai pengusaha. Tentunya yang sangat kita harapkan adalah bagaimana mendorong kemitraan antara pemerintah dengan dunia usaha melalui infrastruktur ini,”papar Suryo. Dia berharap, IIICE akan menjadi peluang bagi pemerintah danduniausahadalammemperbaiki infrastruktur Indonesia. maesaroh

 

 

Narasumber : seputarindonesia.com

 

 

Narasumber : seputarindonesia.com



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 13 April 2012 13:50
 








Jumlah Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday16471
mod_vvisit_counterYesterday37033
mod_vvisit_counterThis week89889
mod_vvisit_counterLast week245395
mod_vvisit_counterThis month1034940
mod_vvisit_counterLast month893692
mod_vvisit_counterAll days16024183

Suku Cadang & Komponen













Dijual GENSET












Berita Terbaru

Harga minyak turun meskipun data ekonomi positif
Jumat, 25 Juli 2014 11:17
New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), meskipun beberapa...

IMF Kembali Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Jumat, 25 Juli 2014 10:56
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ...

Asing Masih Mendominasi Investasi di Indonesia
Jumat, 25 Juli 2014 10:30
TEMPO.CO , Jakarta: Pencapaian realisasi investasi semester I tahun 2014 yang...

Dolar stabil di perdagangan Asia
Kamis, 24 Juli 2014 11:20
Tokyo (ANTARA News) - Kurs dolar AS bertahan stabil di perdagangan Asia pada Kamis, dengan pasar...

Harga minyak WTI bergerak liar
Kamis, 24 Juli 2014 09:31
SINGAPURA. Harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak fluktuatif pada...

Dollar dan saham menguat, kilau emas pudar
Rabu, 23 Juli 2014 12:45
SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia diperdagangkan di bawah level tertingginya dalam tiga bulan...

Pamor batubara semakin meredup
Rabu, 23 Juli 2014 12:07
JAKARTA. Harga batubara semakin terbenam. Peralihan penggunaan energi batubara ke gas alam di...

Laju euro terjegal data ekonomi Jerman
Selasa, 22 Juli 2014 14:17
JAKARTA. Rilis indikator ekonomi  Jerman tidak mampu mendongkrak pergerakan euro. Mata uang...

Dijual ALAT BERAT & TRUK



























Service & Maintenance









Dijual ALAT BERAT & TRUK























































Heavy Equipment ( Bomag - Caterpillar - Daewoo - Dynapac - Hitachi - Hyster - Hyundai - Kobelco - Komatsu - Link Belt - Mitsubishi - Nissan - O&K - Patria - P&H - Sakai )
Heavy Duty Truck ( Hino - Isuzu - Mercedes - Mitsubishi - Nissan - Scania - Toyota - Volvo )
Genset ( Caterpillar - Cummins - Denyo - Detroit - Deutz - Honda - Komatsu  - MAN - Mitsubishi - Nippon Sharyo - Nissan - Patria - Perkins - Volvo - Yanmar )
Engine (Caterpillar - Cummins - Denyo - Detroit - Deutz - Honda - Isuzu - Komatsu - Kubota - Mitsubishi - Nissan - Perkins - Volvo - Yanmar - Yuchai)
Alternator (AVK - Caterpillar - Deutz - Leroy Somer - Marathon - Marelli - Matari - Mitsubishi - New Age - Siemens - Stamford - STC - Yanmar)